Perang Dingin adalah perang yang
terjadi antara Negara Uni Soviet dengan Amerika Serikat. Perang dingin ini
sebenarnya hanya sebuah istilah. Perang ini dipicu karena kemenangan Amerika
Serikat pada Perang Dunia II,yang secara tak langsung Uni Sovyet berperan
penting dalam kemenangan sekutu tersebut. Berkat Uni Sovyet, Negara-negara
Eropa Timur berhasil direbut oleh pihak sekutu. Akibat Perang Dunia II, Amerika
Serikat dan Uni Sovyet berhasil muncul sebagai Negara pemenang atau adikuasa.
Sebagai satu-satunya Negara yang tak mengalami kerugian pada Perang Dingin II,
USA memegang peranan penting dalam hal politik dan ekonomi dunia. Di sisi lain,
Uni Sovyet beserta sekutunya Eropa Timur dan China munculdengan kekuatan,
politik, ekonomi, dan militer yang sama kuatnya. Karena itulah, kedua Negara
tersebut bersaing memperoleh kekuasaan atas dunia. Selain itu,ideologi yang tak
sama (USA-Demokrasi Liberal dan Uni Sovyet-Komunisme) juga menjadi penyebab
utama terjadinya perang dingin tersebut.
Dalam usaha melancarkan ekspansi
ideologi dan politiknya, USA melakukan Marshall Plan tahun 1947. Marshal Plan
sendiri adalah usaha AS untuk membangkitkan Negara-negara Eropa akibat PD II
agar bersedia menjadi mitra USA. Di bidang politik,USA juga mengeluarkan Truman
Doctrine (oleh Presiden Harry Truman 1947) yang isisnya bahwa USA bersedia
membantu Turki dan Yunani untuk menghadapi kekuatan komunis Uni Sovyet. Memang
pada saat itu, kedua Negara tersebut anti-komunis.
Dilain sisi, Uni Sovyet berusaha
mempengaruhi Eropa Timur dan Asia. Ini terlihat dari berhasilnya Jerman
terpisah menjadi dua bagian, yaitu Timur dan Barat. Bagian barat merupakan
sekutu USA, sedangkan yang timur sekutu Uni Sovyet. Hal itu berdampak pada
blockade ekonomi Jerman Barat. Meskipun Uni Sovyet mencabut blokade tersebut
pada Mei 1949, tetapi kejadian itu telah memicu konfrontasi antara USA dan Uni
Sovyet.
Masing-masing pihak berusaha
melakukan aliansi untuk mempertahankan kekuatan mereka. Diantaranya, USA
membentuk NATO (North Atlantic Treaty Organization) pada tahun 1949, membentuk
Pakta Anzus (USA, Australia, dan Inggris) dan SEATO (kerjasama antara negara
Asia Tenggara dan pihak barat). Sementara itu, Uni Sovyet juga tak mau kalah.
ia juga membentuk sebuah pertahanan yang dinamai Pakta Warsawa.
Perang dingin sendiri terjadi sejak terbaginya Jerman menjadi dua
bagian. selama berlangsungnya Perang Dingin, kedua negara tersebut tak
sekalipun pernah bertemu secara fisik. merekaselalu berada di belakang
negara-negara yang bersengketa. masing-masing negara ini akan memberikan
bantuan kepada negara yang bertikai. selain Jerman, kasus lain akibat
perseteruan USA dan Uni Sovyet adalah terpisahnya negara Korea dan Vietnam.
Untuk kasus Jerman dan Vietnam, mereka berhasil bersatu kembali.
Puncak dari
Perang Dingin ini adalah dalam bentuk pemasangan rudal-rudal nuklir yang
mengancam kehidupan dunia. Hingga karenanya, Dewan Keamana PBB membentuk Atomic
Energy Commision yang bertujuan mencari jalan sekaligus mengembangkan penggunaan
atom untuk hal perdamaian/positif. Pada akhir Desember 1946, PBB menyetujui
usulan USA untuk mengadakan pengawasan ketat guna mencegah produksi
senjata atom yang dilakukan secara diam-diam. Namun Uni Sovyet menolak, Oleh
karena itu, Uni Sovyet memveto usul USA dan akhirnya melakukan uji coba
peledakan bom atom pertamanya tahun 1949. Hal itu membuat kuatir seluruh
masyarakat dunia. protes anti nuklirpun menggema di seluruh dunia khususnya di
negara USA. Melihat keunggulan Uni Sovyet, USA juga tak mau kalah. Selain
genjatan nuklir, kedua Negara tersebut juga berlomba dalam Ruang Angkasa.
Awalnya, Uni Sovyet meluncurkan pesawat Sputnik I tanpa awak kapal, kemudian
Sputnik II ynag membawa seekor anjing.USA mengimbangi dengan meluncurkan
Explorer I, Explorer II, Discoverer dan Vanguard. Uni Sovyet mengungguli dengan
meluncurkan Lunik yang berhasil mendarat ke Bulan. USA menandingilagi dengan
mendaratkan manusia di Bulan. Kedua Negara tersebut terus menerus melakukan
ekspansi kekuasaannya dan berusaha mempengaruhi dunia dengan kekuatannya.
Menyadari
bahaya nuklir, akhirnya kedua belah pihak bersedia melakukan perjanjian. Diantaranya:
1)
Perjanjian Non-Proliferasi
Nuklir (1968) isinya bahwa kedua pihak tersebut tidakmenjual senjata
nuklir/memberikan info kepada Negara non-nuklir.
2)
Perjanjian pembatasan
senjata-senjata strategis (1972)
3)
Perjanjian Pengurangan
senjata-senjata strategis (1982) yang isinya kesepakatan memusnahkan senjata
nuklir yang berdaya jarak menengah.
Proses
penandatanganan nuklir ini dikenal dengan istilah The Partial Nuclear Test Ban
Treaty. Penandatanganan ini dilakukan di Moskow, 5 Agustus 1963. Persetujuan
ini berisikan larangan semua tes senjata nuklir kecuali bawah tanah. Perwakilan
dari USA adalah Dean Rusk, perwakilan dari Inggris adalah Lord Home, dan dari
Uni Sovyet sendiri adalah Andrea Gromyko.
Di samping
perjanjian di atas, beberapa Negara juga telah mengadakan kesepakatan yang
menyangkut keamanan kawasan.salah satunya adalah SEANWFZ (kawasan bebas senjata
nuklir Asia Tenggara) yang ditandatangani di Bangkok, Desember 1995.
Keruntuhan Uni
Sovyet yang diikuti oleh berdirinya Negara-negara meredeka (bekas jajahannya)
juga menjadi pengaruh besar dalam berakhirnya Perang Dingin sekaligus menjadi
momentum akhir perang tersebut.
Dalam hal ini, Indonesia
menolak melibatkan diri dan berusaha selalu mewujudkan perdamaian dunia. Oleh
karenanya, Indonesia menerapkan politik bebas aktif dan tak memihak kepada
salah satu blok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar